Rabu, 08 Februari 2012

Pacarku Prestasiku


Oleh : Dani al Mahkya

Amir bukanlah nama samaran atau palsu, Amir adalah anak seorang janda yang bernama Siti,  janda 10 tahun  ini merupakan sosok ibu yang baik yang selalu menyayangi anaknya. Walaupun hidup serba sederhana Amir adalah anak yang periang di kelasnya, dia juga seorang anak yang berprestasi di sekolahnya, dia sekolah di SMAN 6 Sukajaya kelas X, setiap hari Amir berangkat pukul enam pagi dari rumahnya.

            Saat itu Amir berangkat jalan kaki menuju sekolah, hari itu keadaan jalan lumayan becek. Cprettt......... tiba-tiba sebuah mobil melaju di depan Amir dan menyemburkan air dari rodanya.
            “Hai! Apa-apaan ini...!” teriak Amir sambil menuju mobil tersebut yang sedang berhenti.
Tiba-tiba dari mobil tersebut keluar gadis cantik berambut pirang.
            “Ada apa...?” kata si gadis sambil keluar dari mobil dan menuju ke arah Amir.
            “Maaf ya...” kata gadis itu sambil membersihkan noda lumpur di baju Amir.
            “Kalau naik mobil tu lihat-lihat,  jangan lewat sembarangan!” kata Amir sambil membuang tangan gadis itu dari baju Amir.
            “Maaf... kata gadis itu memohon...
            “Alah! Jangan mentang-mentang kamu punya mobil, kamu bisa seenaknya!” bentak si Amir...
            “Huh... dasar cowok enggak punya tata krama!” kata si gadis menyahut.
Lalu dengan muka marah si Amir pun melanjutkan perjalannya ke sekolah melewati jalan alternatifnya... Setiba di sekolah Amir pun kaget,  karena mobil si gadis tadi berada di pelataran sekolahnya...
Setiba dikelas Amir pun belajar seperti biasa, tiba-tiba ibu wali kelas datang...
            “Anak-anak, selamat pagi” kata ibu wali kelas sambil membawa gadis yang bertemu Amir di jalan tadi.
            “Pagi bu...” sahut anak-anak...
            “Hah...???  ngapa anak tadi bisa disini?” kata Amir di dalam hati dengan penuh tanya....
            “Anak-anak, mulai hari ini Veronica akan belajar di kelas kita, dia pindahan dari Jakarta” kata ibu wali kelas sambil memperkenalkan gadis itu...
Dari sinilah kisah ini akan dimulai...
***
            Sudah satu bulan berlalu, Amir pun belajar dengan Veronica satu kelas...
“Ternyata gadis ini pandai juga” kata Amir dalam hati...
“Tapi aku tidak boleh kalah, aku harus bisa lebih baik dari dia” lanjut Amir dengan penuh kepastian...
Namun semenjak Veronica ada di sekolahanya,  prestasi Amir pun menurun karena ada yang bisa melebihinya.
            Tapi dengan begitu, Amir pun menjadi bertambah semangat untuk lebih giat belajar.
            Pagi itu  pak Ansar sedang mengajar Matematika. Saat pak Ansar memberi soal, ternyata tidak ada yang bisa mengerjakannya, tapi tiba-tiba Amir dan Veronica pun bersedia untuk mengerjakan soal tersebut...
            “Hmm... ngapain kamu  ikut-ikut berdiri” kata Amir sambil berdiri untuk mengerjakan soal tersebut.
            “Yeee... siapa juga yang ikut-ikut kamu! Dasar enggak tahu malu” tanggap Veronica dengan geram! Mereka pun mengerjakan bersama di papan tulis, dengan perasaan geram, mereka pun malah berlomba untuk menyelesaikan soal tersebut!
Hari-hari pun telah berlalu, persaingan merka pun semakin nampak di mata guru-guru...
            Pagi itu Amir belajar dengan biasa... hari itu yang mengajar adalah pak Hansyur.
            “Anak-anak, besok di sekolahan kita akan diadakan lomba 5 mata pelajaran, siapa yang mau ikut harap mendaftar pada panitia...” kata pak Hansyur.
Waktu istirahat pertama Amir pun segera mendaftar ke panitia. Tiba-tiba disana Amir bertemu Veronica.
            “Ih... ngapa kamu  ikut-ikut segala” kata Veronica membentak!
Tapi Amir tidak menaggapi kata-kata Veronica tersebut...
            Saat Amir ke kantin, Amir bertemu Veronica lagi...
            “Kamu ini ngikutin aku terus” kata Veronica dengan kesal...
Namun Amir pun berusaha sabar
            Saat Amir akan mencari materi di perpustakaan, mereka bertemu lagi...
            “kamu ni kenapa sih, mau minta tanda tanganku ya...?” kata Veronica marah
            “Ih. GR... siapa juga yang mau tanda tanganmu... dasar crewet....” kata Amir tidak bisa menahan kesabarnnya lagi... Mereka pun bertengkar dengan hebatnya!
“Susttt.....!” kata penjaga perpustakaan dengan wajah marah.
Wajah mereka pun langsung memerah, karena malu... Dirumah, Amir pun belajar seperti biasa, tapi dia selalu ingat wajah Veronica
            “Huh... ngapa sih aku ingat wajah anak itu terus??!!” kata Amir sambil berteriak.
            “Amir! Jangan teriak-teriak. Sudah malam!” teriak ibu Siti sambil membentak
Pagi itu perlombaan 5 mata pelajaran pun dimulai. Saat semua mengerjakan soal perlombaanya, Veronica dan Amir malah saling menatap mata mereka dengan suasana marah...
            “Hih! Aku harus bisa ngalahin cewek sombong itu” kata Amir dengan penuh kepastian.
            “Aku enggak akan kalah dari cowok kGRan itu” kata Veronica dalam  hati.
Tanpa sadar  mereka pun sudah selesai mengerjakan soal-soal tersebut dan hampir bersamaan.
            “Hah? Kalian sudah selesai? Waktunya masih 30 menit lagi” Kata pengawas dengan bingung!
Lomba kedua pun akan dilanjutkan, yaitu lomba LCT.
            “Pertanyaan pertama. Apa yang dimaksud senyawa kovalen dan berikan sebabnya???” kata juri memberikan pertanyaan! Dengan cepatnya mereka pun menjawab hampir bersamaan dan jawaban mereka pun juga hampir sama.
Pertanyaan demi pertanyaan pun sudah dibacakan
“Hari ini benar-benar hari yang melelahkan” kata Amir sambil kelelahan.
Setibanya dirumah, Amir pun langsung makan lalu tidur.
Besok harinya..............
* * *
            “Hari ini adalah hari penentuan, siapa yang paling pandai antara aku dan cewek sombong itu” kata Amir dengan wajah geram.
Saat acara di ruang Auditorium berakhir. Pak kepala sekolah pun langsung membacakan pemenang lomba 5 mata pelajaran kemarin...
            “Juara pertama adalah” teriak pak kepala sekolah sambil diiringi bunyi gamelan.  Tapi sambil bertanya-tanya kepada guru pembimbing,  Kepala sekolah pun bingung karena ada dua pemenangnya.
            “Juara pertama adalah...... Amir dan Veronica...” kata pak kepala sekolah sambil memanggil keduanya... Saat itulah amarah mereka memuncak... Dengan wajah yang keliahatan marah, mereka pun pergi keluar ruangan tanpa ada satu kata pun terucap...
***
            Sejak saat itu mereka saling benci, tapi dari kebencian itu, mereka pun saling mempunyai rasa satu sama lain. Tapi mereka masih tidak mau mengungkapkannya...
Hari demi hari pun berlalu. Mereka men jadi  tambah akrab, seperti anak-anak lain
            “Ternyata kamu enggak terlalu sombong,” kata Amir
            “Kamu juga”, Veronica membalas.
Sambil makan di kantin mereka pun jadi tambah akrab seperti saudara sendiri. Mereka pun juga sering belajar bersama di rumah mereka masing-masing.
Tiba-tiba bel pun berbunyi. Dan mereka cepat –cepat pergi kelas.
* * *
Hari demi haripun berganti. Mereka saling mengerti satu sama lain.
            “Hari ini aku akan mengungkapkan isi hatiku pada Veronica.” Kata Amir dengan penuh kepastian
Hari itu Amir pun memberanikan diri. Veronica pun di ajak bertemu sepulang sekolah. Waktu yang di tunggu pun datang, tanpa ragu-ragu Amir mengungkapakan perasaannya... Tanpa di sangka Veronica menjawab
            “Sorry Amir, aku belum bisa menjawab pertanyaanmu tadi” dengan wajah malu Veronica menjawab.
            “Ah, enggak apa-apa,” kata Amir dengan penuh kekecewaan...
Sepulang sekolah Veronica pun memikirkan cara untuk menjawab pertanyaan Amir tersebut.
Sambill berpikir sejenak, Veronica pun mendapatkan cara.
Keesokan harinya di kelas, mereka pun bertemu.
            “Aku akan menerimamu sebagai pacarku asalkan kamu bisa mendapat peringkat satu Ujian Nasional nanti...” kata Veronica dengan wajah serius sambil memegang bahu Amir.
            “Berarti aku harus menunggu selama 2 tahun lagi?” kata Amir dengan wajah lesu dan sambil menundukan kepala...
            “Yapp... jangan lesu gitu donk, cinta kan butuh pengorbanan” sahut Veronica sambil mandangi mata Amir...
Sejak saat itu Amir sudah mempersiapkannya matang-matang...
* * *
Saat kenaikan kelas XI Amirpun sangat senang...
            “Akhirnya penantianku tinggal satu tahun  lagi” kata Amir dengan semangat....
sejak kelas XI Amir pun selalau berusaha tuk menjadu yang nomor satu. Semua guru pun menjadi heran atas prestasi Amir tersebut.
            “Kelas XI ini aku harus bisa lebih baik dari kelas X” kata Amir dengan pasti....
Tapi Amir telah sadar....
Bahwa semua itu hanya untuk dia sendiri, bukan orang lain. Dari situlah Amir ingin berusaha untuk menjadi yang nomor satu, tapi semata-mata bukan untuk Veronica....
Sejak saat itu Veronica menjadi tambah bangga kepada Amir,
            “Tapi aku juga tidak akan kalah” kata Veronica...

* * *
Satu tahun pun berlalu...
Detik-detik kenaikan kelas pun berlangsung!
            “Dikelas XII ini aku akan serius” kata Amir!
            “Tapi aku masih ragu-ragu, bagaimana nanti kalau aku tidak lulus?” tanya Amir ke teman-temannya,,,
            “Kamu pasti lulus dan dapat peringkat satu, kamukan pandai” kata teman-teman Amir...
hari-hari pun berlalu, tinggal satu hari, Ujian Nasional dilaksanakan...

* * *
Ujian pun dilaksanakan, hari itu Amir mengerjakan soal dengan penuh keyakinan...
            “Huh. Akhirnya selesai juga Ujian Nasional” kata Amir dengan perasaan senang....
tanggal 26 Mei adalah detik-detik menegangkan, hari itu peringkat ujian Nasional se-Propinsi pun di bacakan... Semua siswa di sekolahan itu ternyata lulus semua
            “Peringkat satu ujian Nasional se-Propinsi adalah..... Amir..... dan peringkat kedua adalah  Veronica.....” kata kepala sekolah mengumumkan peringkat...
hari itu adalah hari bahagianya Amir, karena selain mendapat nilai yang bagus, dia juga mendapat pacar yang selama ini menjadi rivalnya dalam belajar...
* * *
Sahabatku... Rajin-rajinlah engkau belajar, jangan hanya belajar untuk orang lain atau orang tuamu, tapi belajarlah untuk dirimu dan kebutuhanmu sendiri..... 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf Jika Terdapat Komentar yang Tidak Terbalas
Karena Admin Tidak Selalu Online