Senin, 14 April 2014

Satu untuk Satu

sumber gambar : http://www.damnfunnypictures.com/

Selamat pagi, siang, sore pemirsa pojokers yang berbahagia. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang cerita hidup dengan judul "Satu untuk Satu". Tulisan ini mengandung unsur sedikit tentang asmara dan hanya untuk usia 18+. #JUKI
Sebelum terlalu jenuh menunggu, alangkah baiknya langsung kita mulai saja cerita kali ini.


Setiap orang yang dilahirkan mempunyai sebuah satu tujuan yang harus dipenuhi. Salah satu tujuannya adalah untuk berkelompok, berkeluarga dan bersosialisasi. Satu untuk satu adalah sebuah kata yang mewakili sifat seseorang untuk dapat memilih dan menetapkan pilihan pada satu pilihan dan harus tepat. Pada hakekatnya semua mempunyai pasangan, tergantung bagaimana dia berusaha untuk mendapatkan yang tepat dan sesuai ketentuan. Kenapa harus satu dan harus tepat???

Sebagai contoh :

- Sepatu sebelah kanan diciptakan dengan tujuan untuk melengkapi sepatu sebelah kiri

Harus Satu : 
Jika hanya terdapat sepatu kanan, bagaimana mereka dapat mengarungi dunia dan merasakan indahnya. Dan apabila terdapat sepatu kanan dan sepatu kiri berjumlah dua, apakah mereka dapat bermanfaat??? Tentu tidak akan bermanfaat.
Analogi :
Jika mempunyai pasangan, tak boleh lebih dari satu. Karena akan menimbulkan hal-hal yang kurang diinginkan.

Harus Tepat :
Jika ternyata sudah terdapat sepatu kanan dan kiri, tapi ukuran sepatu kanan 35 dan ukuran sepatu kiri 40. Maka tetap saja tidak akan cocok sampai dunia berkokok.
Analogi :
Jika salah atau tak tepat, maka akan berdampak kedepannya.

- Sebuah botol minuman mempunyai satu tutup botol

Harus Satu :
Bayangkan jika terdapat 2 tutup botol minuman, isinya pun akan boros ataupun terbuang sia-sia.
Analogi : 
Mempunyai 2 pasangan atau lebih akan membuat waktu dan tenaga cepat/boros terbuang untuk hal-hal ekstra.

Harus Tepat :
Tutup botol kaca jika dipakai untuk menutup botol plastik, maka bolot plastik pun akan hancur.
Analogi :
Sebuah hubungan akan mengalami kehancuran jika tidak ada kecocokan.

Dua analogi yang mungkin dapat membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga sebuah hubungan yang sudah terjalin.

sumber : pengalaman pribadi


.
Reaksi:

2 komentar:

  1. By d way, sepatu sma tutup botolnya udah tepat belom?
    Trus gimana nentuin tepat kagaknya?

    BalasHapus

Mohon Maaf Jika Terdapat Komentar yang Tidak Terbalas
Karena Admin Tidak Selalu Online