• Asian Mathematical Conference

    Asian Mathematical Conference 2016, July 25-29 2016, Bali, Indonesia

  • Final Project Presentation

    Final Project Presentation, Department of Statistics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

  • My Lecturer in Department of Statistics, ITS

    Asian Mathematical Conference 2016, July 25-29 2016, Bali, Indonesia

Rabu, 02 November 2016

Trend and Seasonal Decomposition : Tahapan-tahapan analisis dan peramalan



Dalam artikel artikel sebelumnya telah dibahas tentang 3 metode Exponential Smoothing. Pada kesempatan kali akan dibahas teknik peramalan lainnya yaitu Trend and Seasonal Decomposition. Konsep dari Trend and Seasonal Decomposition adalah memecah komponen tren dan musiman yang dapat digunakan pada data dengan pola tren maupun tren musiman. Sama seperti artikel sebelumnya, metode ini sudah tersedia pada Toolbox MINITAB. Berikut tahapan-tahapannya:

Tampilan awal software MINITAB
Minitab yang digunakan pada artikel adalah MINITAB 16


Menggunakan data contoh dari MINITAB
MINITAB telah menyediakan banyak sekali contoh data untuk proses pembelajaran. Oleh karena itu pada artikel ini kita akan menggunakan data contoh dari MINITAB dengan tahapan sebagai berikut:
-          Klik FileOpen Worksheet
-          Klik Look in Minitab Sample Data Folder
-          Pilih dan buka file dengan nama Employ.mtw
-          Klik OK





Pemodelan Trend and Seasonal Decomposition
Tahapan-tahapan dalam pemodelan dijelaskan sebagai berikut:
-          Klik StatTime SeriesDecomposition
-          Isikan kotak Variable dengan Trade dan kotak Seasonal Length dengan 12. Seasonal Length adalah dugaan periode musiman. Pada pilihan Model Component terdapat pilihan proses yang akan digunakan. Apakah akan melakukan proses tren dan musiman, atau hanya musiman. Pada artikel ini digunakan pilihan Trend Plus Seasonal. Pada pilihan Model Type terdapat pilihan Multiplicative dan Additive, sebagai contoh dipilih Multiplicative. Perbedaan antara Multiplicative dan Additive terletak pada pola musiman yang terbentuk dari data awal.
-          Klik Storage jika ingin menampilkan hasil output – OK.
-          Jika ingin melakukan peramalan beberapa periode ke depan langsung, dapat langsing menambahkan pilihan Generate Forecasts. Isikan kotak Number of Forecast (banyaknya ramalan priode ke depan) dengan angka misalnya 12. Isikan kotak Starting from Origin (memulai peramalan dengan data asli pada periode ke t) dengan t terakhir yaitu 60 karena banyaknya data sebanyak 60 series.
-          Klik OK.


Hasil Akhir
Setelah tahapan point 1 sampai 5 selese, maka didapat hasil sebagai berikut:

Plot Hitam                  : Data asli
Plot Merah                 : Hasil pemulusan
Plot Hijau                   : Nilai permalan ke depan
Plot Biru                     : Batas selang kepercayaan


Hasil peramalan pendekatan Metode Trend and Seasonal Decomposition pada waktu ke t  sangat berhimpit dengan data asli. Dan hasil prediksi ke depan menghasilkan nilai yang mendekati pola data asli. Hal ini dikarenakan pendekatan Trend and Seasonal Decomposition mempertimbangkan unsur tren dan unsur musiman. Metode ini dapat dibandingan dengan metode TripleExponential Smoothing Winter yang telah dijelasakan pada artikel sebelumnya dengan membandingkan nilai kesalahan, karena kedua metode ini mempertimbangkan unsur tren dan musiman.

Demikian artikel tentang Trend and Seasonal Decomposition : Tahapan-tahapan analisis dan peramalan. Semoga dapat bermanfaat dan digunakan sebaik mungkin. Jika ada kritik, saran atau pertanyaan mengenai artikel ini dapat langsung mengisi kotak komentar.

Penulis             : Dani Al Mahkya

Fl Studio, Add Channel, Routing dan Mixer + Video Tutorial Simpel EDM : Dasar-dasar memulai Fl Studio, berkreasi, membuat musik dan menjadikannya nyata (Part 2)




Pada artikel sebelumnya (Part 1) telah dijelaskan apa itu VST dan VSTi. Oleh karena itu pada artikel ini akan dikupas tentang memulai Fl Studio, add Channel, Routing dan pengenalan Mixer dan praktek membuat lagu genre EDM sederhana. Dan disertakan video turorial membuat EDM simpel di bagian akhir artikel. Untuk penjelasan kali ini digunakan Fl Studio 12 dengan menggunakan notebook spesifikasi Intel Celeron RAM 2 GB. Untuk tahap praktek akan dijelaskan dengan video sederhana. Penjelasan dan tahapan-tahapannya akan dijelaskan sebagai berikut:

Tampilan Awal Fl Studio


Jika template Fl Studio masih merupakan template default sebagaiknya diganti dengan cara:
Klik File New from Template – Empty


Menambahkan Channel baru. Pada tahap ini akan diambil contoh 4 Channel VSTi yaitu Drummax sebagai drum, BooBass sebagai bass, Sytrus sebagai rhytm / string dan PoiZone sebagai melody / synth.
Klik Add – Channel – Pilih dan klik Drummax. Ulangi tahapan ini dengan memilih Channel BooBass, Sytrus, Poizone









Selanjutnya adalah tahapan Routing. Tahapan Routing adalah tahapan dalam menghubungkan Channel ke Mixer. Perlu diketahui bahwa jika komposer tidak melakukan Routing maka semua Channel akan terhubung pada slot Master yang artinya semua suara akan berkumpul menjadi satu.


Agar memudahkan tahap selanjutnya, Channel Sampler dihapus


Berikut tahapan-tahapan Routing.
Pada masing-masing Channel mempunyai keterangan slot pada kotak sebelah kiri. Ubah keterangan menjadi 1, 2, 3, 4. Hal ini berarti bahwa Drummax dihubungkan pada slot 1, BooBass dihubungkan pada slot 2, Sytrus dihubungkan pada slot 4, PoiZone dihubungkan pada slot 4.


Setelah itu klik ikon Mixer.



Setelah tahapan Routing selesai, selanjutnya tahapan membuat pola atau bahasa ‘ngebatik’.
Untuk tahapan ‘ngebatik’ beserta tahapan-tahapan selanjutnya dijelaskan pada video berikut:


Tutorial dan video di atas belum memasuki tahap Mixing maupun Mastering. Untuk tahap Mixing dan Mastering akan dijelaskan pada part selanjutnya. Demikian penjelasan tentang Fl Studio, Add Channel, Routing dan Mixer + Video Tutorial Simpel EDM : Dasar-dasar memulai Fl Studio, berkreasi, membuat musik dan menjadikannya nyata (Part 2). Semoga dapat bermanfaat dan apabila terdapat sanggahan, kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung mengisi kotak komentar
  
Penulis             : Dani Al Mahkya

Selasa, 01 November 2016

Fl Studio : Dasar-dasar memulai Fl Studio, berkreasi, membuat musik dan menjadikannya nyata (Part 1)




Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan apa itu Fl Studio, pada artikel ini akan dijelakan dasar-dasar memulai sebuah karya menggunakn Fl Studio. Sebelum memulai Fl Studio, seseorang Komposer harus tahu konsep musik yang akan buat, apakah genre EDM (Electronic Dance Music), Pop atau Metal. Dalam membuat sebuah kreasi musik menggunakan DAW (Digital Audio Workstation) yang dalam hal ini menggunakan Fl Studio, komposer harus mengetahui VSTi dan VST yang akan digunakan.


VST adalah singkatan dari Virtual Studio Technology yang fungsinya memproses suara yang berasal dari perangkat instrumen seperti gitar, bass, drum dan lain sebagainya. Terdapat ratusan atau mungkin ribuan VST baik yang berbayar maupun gratis. Salah satu fungsi nyata VST adalah memproses suara yang dihasilkan instrumen, misal VST Ampli gitar yang membuat suara gitar berdistrosi atau VST Equalizer yang memproses kontur suara dan lain sebagainya. Khusus pada Fl Studio sudah disediakan bermacam-macam VST dengan berbagai fungsi.

Contoh VST yang terdapat pada Fl Studio


Contoh VST lainnya


VSTi adalah singkatan dari Virtual Studio Teknologi Instrument yang berfungsi menghasilkan suara yang mirip dengan instrument nyata seperti contoh VSTi gitar, bass, drum, key dan berbagai jenis synth. Misal VSTi drum, maka VSTi tersebut akan menghasilkan suara drum dengan berbagai variasinya. Atau VSTi gitar yang menghasilkan suara gitar yang mirip dengan suara aslinya.

Contoh VSTi yang terdapat pada Fl Studio


Pertanyaan : Kenapa harus pakai VSTi sedangkan sudah ada instrumen asli?
Jawaban :
1. Dengan menggunakan VSTi seorang komposer dapat mengkreasikan pattern atau pola sebelum masuk tahap recording. Sebagai contoh VSTi drum yang digunakan dalam mengarang sebuah lagu. Akan sangat membantu ketika seseorang menciptakan lagu dengan gitar bolong dan disertai dengan pola drum yang berasal dari VSTi, yang notabennya dapat dijalankan melalui PC atau perangkat lainnya tanpa harus ke studio musik untuk menyewa drum set.

2. VSTi dapat mengurangi noise yang berlebihan. Sebagai contoh VSTi gitar, ketika melakukan take / recording instrumen gitar sering sekali seorang komposer mendapatkan noise yang berlebih. Hal ini dapat ditanggulangi dengan menggunakan VSTi yang akan menghasilkan suara lebih bersih. Namun VSTi juga tidak selamanya sempurna, terdapat beberapa kelemahan dan kekurangan.

Pertanyaan : Apa kelemahan dan kekurangan VSTi?
Jawaban :
1. Suara yang dihasilkan dengan VSTi, terutama VSTi gitar, bass, drum dan lainnya kadang sangat tidak natural atau alami dan bahkan cenderung seperti robot. Sebaik apa pun VSTi, tetap saja lebih alami ketika melakukan take / recording dengan instrument

2. Bagi yang menggunakan PC atau perangkat dengan spesifikasi menengah kebawah, penggunaan VSTi terlalu banyak dapat menyebabkan penggunaan memory yang berlebih dan cenderung membuat pengolohan musik kurang maksimal.

Demikian artikel Fl Studio : Dasar-dasar memulai Fl Studio, berkreasi, membuat musik dan menjadikannya nyata (Part 1). Untuk part selanjutnya akan dibahas secara jelas beserta tutorial dalam mengolah musik. Semoga dapat bermanfaat dan apabila terdapat sanggahan, kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung mengisi kotak komentar

Penulis             : Dani Al Mahkya

Time Series Plot : Tahapan-tahapan membuat plot data deret waktu



Dalam menganalisis data deret waktu, sangat dibutuhkan tahap identifikasi. Dengan mengidentifikasi data deret waktu, peneliti dapat mengetahui karakteristik dari data musiman. Salah satu hal mendasar dalam tahap identifikasi adalah melakukan pengecekan pola. Apakah pola data yang dihasilkan membentuk pola stasioner, tren, musiman, atau siklik. Wei (2006) dalam bukunya memberikan beberapa contoh pola data deret waktu sebagai berikut:



Dalam melakukan pengecekan pola terdapat tahapan-tahapan sebagi berikut:

Tampilan awal software MINITAB
Minitab yang digunakan pada artikel adalah MINITAB 16


Menggunakan data contoh dari MINITAB
MINITAB telah menyediakan banyak sekali contoh data untuk proses pembelajaran. Oleh karena itu pada artikel ini kita akan menggunakan data contoh dari MINITAB dengan tahapan sebagai berikut:
-          Klik FileOpen Worksheet
-          Klik Look in Minitab Sample Data Folder
-          Pilih dan buka file dengan nama Employ.mtw
-          Klik OK





Menampilkan plot deret waktu dengan tahapan sebagai berikut:
-          Klik StatTime SeriesTime Series Plot. Maka akan keluar kotak dialog dengan 4 pilihan plot. Simple adalah bentuk plot yang terdiri dari 1 data deret waktu. With Groups adalah bentuk plot yang terdiri dari 1 data deret waktu yang terbagi menjadi beberapa grup. Multiple adalah bentuk plot yang terdiri dari 2 data deret waktu atau lebih. Dan Multiple with Groups adalah bentuk plot yang terdiri dari 2 data deret waktu atau lebih dan mempunyai grup. Pada artikel ini digunakan contoh pilihan Simple.
-          Sebagai contoh akan dibuat pola dengan data deret waktu variabel Food. Masukan variabel Food kedalam kotak dialog Series.
-          Klik Time/Scale – Pilih Calendar – Pilih Month Year. Pada kotak Month dan Year misal data deret waktu mulai dari bulan januari 2007, maka isikan kotak Month dengan angka 1 dan kotak Year dengan angka 2007. Klik OK.
-          Selain pilihan Time/Scale terdapat beberapa pilihan lain antara lain Labels, Data View, Multiplr Graphs, dan Data Option. Peneliti dapat melakukan eksperimen dengan mencoba-coba memilih pilihan yang tersedia agar plot deret waktu dapat ditampilkan dengan jelas.
-          Klik OK.







Setelah itu akan muncul hasil plot deret waktu. Setelah dilihat dengan sekilas terdapat pola musiman pada bulan Juli. Oleh karena itu akan dibuat garis yang sesuai untuk memastikannya.
-          Klik kanan pada plot – Pilih Add – Pilih Reference Line. Setelah itu isikan pada kotak Show refrence lines at time scale positions dengan nilai 7 19 31 43 55 seperti pada gambar dibawah.
-          Setelah itu akan muncul hasil akhir. Dari hasil tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa terjadi kesamaan pola tiap tahunnya pada bulan juli. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa variabel Food pada data Employ.mtw mempunyai pola musiman dengan panjang musiman 12.





Penulis             : Dani Al Mahkya
Sumber Buku :
Wei, W. W. S. (2006). Time Series Analysis Univariate and Multivariate Method. Second Edition. New York: Pearson Education.